Halo sobat semuanya! Pada kali ini saya sebagai penulis akan membagikan informasi mengenai Cara Buat Minyak Esensial. Untuk penjelasan lebih lanjut, Yuk simak artikel berikut ini!

Penjelasan Singkat

cara buat minyak esensial

Cara buat minyak esensial memanglah tidak mudah, karena dalam pembuatan minyak esensial dibutuhkan alat atau mesin khusus yaitu seperti mesin destilasi minyak atsiri. Adapun cara membuat minyak esensial yang menggunakan alat sederhana, namun proses pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama.

Ada berbagai jenis tanaman yang dapat digunakan untuk membuat minyak esensial, seperti lavender, peppermint, citronella, mawar, dan lain sebagainya. Setiap tanaman yang di ekstrak memiliki manfaat yang berbeda beda.

Penggunaan minyak esensial dapat digunakan menggunakan diffuser, dicampur dengan minyak carrier, atau digunakan untuk parfum, scrub, lotion, dan produk lainnya. Minyak esensial tidak hanya memberikan aroma yang menyegarkan, namun juga dapat merelaksasi dan memberikan sensasi sejuk.

Ada banyak jenis proses yang dapat dilakukan untuk membuat minyak esensial. Namun, kalian juga harus memahami metode yang digunakan, pemanasan dan suhu yang diterapkan akan sangat mempengaruhi kualitas minyak esensial. Oleh karena itu, harga minyak esensial yang beredar di pasaran juga bermacam macam, tergantung kualitas bahan dan metode ekstraksi yang di pilih.

8 Metode Cara Buat Minyak Esensial

  1. Destilasi uap

cara buat minyak esensial

Fungsi uap yang digunakan dalam proses destilasi uap yaitu membantu menguapkan volatile yang nantinya akan terkumpul dan terkondensasi menjadi minyak esensial. Berikut adalah Langkah langkahnya :

  • Masukkan tanaman kedalam still ( sebuah wadah besar yang biasanya terbuat dari bahan stainless steel ) perhitungan bahan yang tepat akan sangat menentukan seberapa banyak minyak yang dihasilkan
  • Setelah itu, suntikkan uap melalui sebuah saluran yang ada pada still, sehingga mengenai tanaman yang minyaknya ingin di ambil. Kemudian tanaman tersebut akan mengeluarkan molekul yang beraroma wangi, dan still tersebut yang akan mengubah menjadi senyawa uap.
  • Selanjutnya, senyawa tersebut masuk kedalam kondensor. Dalam kondensor ini, air panas akan keluar dan air dingin dimasukkan, sehingga uap Kembali berubah menjadi cairan.
  • Setelah itu, cairan yang dihasilkan dari kondensor tadi selanjutnya akan dikumpulkan dalam suatu bejana yang dinamakan separator. Karena massa jenis air dan minyak berbeda, maka kedua zat tersebut akan otomatis terpisah.

Perlu kalian ingat, bahwa tidak semua jenis minyak esensial yang di hasilkan akan mengapung di atas air. Karena, beberapa jenis minyak memiliki massa jenis yang lebih besar dari air, sehingga akan berada dibawah air saat dalam separator.

Contohnya yaitu pada minyak esensial cengkeh. Pada destilasi uap ini tidak dapat digunakan untuk semua jenis ekstraksi minyak esensial. Beberapa jenis tanaman yang mudah robek seperti bunga mawar akan menggumpal apabila terkena uap dari proses destilasi uap.

  1. Destilasi air

Dalam destilasi air, kamu dapat merendam bahan utama dalam air yang sudah di rebus. Air ini akan membantu mencegah kerusakan minyak karena pemanasan yang berlebih. Kemudian, cairan minyak kental akan turun suhunya dan terpisah dari air.

Air sisa penyulingan biasanya tidak langsung dibuang, air ini biasa disebut dengan air bunga, air herbal, atau hydrosol. Seperti air mawar, itu sebenarnya air yang dihasilkan dari proses destilasi ini.

  1. Destilasi air dan uap

cara buat minyak esensial

Metode destilasi ini digunakan pada bahan yang berupa dedaunan. Caranya yaitu dengan merendam bahan yang akan dijadikan minyak esensial kedalam still atau ketel untuk melakukan proses penyulingan. Saat still atau ketel di panaskan, uap perlahan lahan dimasukkan ke dalam still

  1. Ekstraksi dengan pelarut

Metode ekstraksi ini paling tepat digunakan untuk memproduksi minyak esensial dari bahan tanaman yang kandungan minyaknya sangat sedikit atau yang kandungan resinnya lebih banyak.

Ekstrasi dengan pelarut dapat menangani tanaman yang minyaknya tidak dapat menahan suhu yang tinggi. Hal ini penting untuk mencegah dari kerusakan minyak tersebut. Metode memiliki kelebihan, salah satu kelebihannya yaitu minyak yang dihasilkan jauh lebih baik daripada menggunakan metode lain.

Ciri utama metode ini yaitu keterlibatan bahan yang tidak dapat menguap. Misalnya pada beberapa jenis lilin dan pigmen tertentu yang ikut di ekstrak. Setelah melakukan proses ekstraksi, maka bahan tambahan tersebut di pisahkan menggunakan metode lain

Tanaman yang di proses dengan pelarut akan menghasilkan suatu senyawa aromatic. Saat senyawa aromatic di campur dengan alcohol, maka minyak esensial akan terlepas dan dapat di manfaatkan untuk berbagai hal.

  1. Ekstraksi karbondioksida

Dalam ekstraksi ini, karbondioksida yang digunakan harus dalam keadaan super kritis, yaitu dalam tekanan dan suhu yang berada di atas titik kritis termodinamika.

Metode ini akan menghasilkan kualitas minyak esensial yang lebih tinggi disbanding dengan menggunakan destilasi uap. Hal ini terjadi karena proses ekstraksi ini di lakukan menggunakan CO2  sebagai pelarut dalam proses ekstraksi karbondioksida akan menghasilkan minyak dengan komposisi yang tidak jauh dari bahan alami asalnya. Berikut adalah prosesnya:

  • Masukkan karbondioksida kedalam container yang berisi bahan baku tanaman minyak esensial. Karena berbentuk cair, CO2 digunakan menjadi pelarut dari bahan yang ada dalam container.
  • Karbondioksida akan menarik zat minyak, pigmen dan resin dari tanaman, lalu berbai zat tersebut bercampur menjadi 1.
  • Setelah itu, CO2 di kembalikan ke dalam bentuk gas, sehingga meninggalkan minyak esensial yang bisa digunakan untuk berbagai macam hal.
  1. Maserasi

Maserasi biasa di sebut dengan infuse, dan akan menghasilkan infused oil. Dalam proses ini, minyak carrier digunakan sebagai bahan pelarut untuk mengekstraksi minyak esensial dari tanaman alami.

Metode maserasi memiliki kelebihan yaitu memungkinkan mendapatkan senyawa minyak yang lebih dekat dengan sifat aslinya saat masih berada pada tanaman. Karena, minyak carrier memiliki kemampuan menarik molekul yang lebih banyak daripaka yang bisa di Tarik melalui destilasi uap.

Tanaman yang digunakan dalam metode maserasi harus dalam kondisi sekering mungkin. Karena, jika sedikit saja tanaman mengandung air, maka minyak yang dihasilkan akan menjadi tempat berkembangnya mikroba, dan aromanya akan berubah menjadi tidak enak.

Berikut Langkah Langkah pembuatannya:

  • Yang pertama yaitu potong, cincang atau hancurkan tanaman yang akan di maserasi hingga menjadi bubuk kasar.
  • Kemudian, bubuk kasar tersebut di pindahkan kedalam wadah tertutup dan biarkan selama satu minggu. Dengan sesekali mengocoknya atau diguncang.
  • Setelah di diamkan selama seminggu, saring cairan. Sisa padatan ditekan agar mengeluarkan isi cairan yang tersisa.
  • Cairan yang sudah di saring kemudian akan di proses dengan cara filtrasi

Untuk mencegah berkembangnya mikroba pada minyak esensial hasil maserasi, kamu dapat menambahkan Vitamin E 5%.

  1. Enfleurage

Cara yang terolong tradisional ini sudah jarang di pakai saat ini. Meskipun demikian, beberapa perusahaan masih menggunakan metode ini karena berbagai pertimbangan. Metode ini menggunakan lemak, baik lemak hewan maupun tumbuhan.

Enfleurage memiliki 2 jenis yaitu hot enfleurage dan cold enfleurage. Untuk proses cold enfleurage, kamu bisa memperhatikan Langkah Langkahnya berikut ini:

  • Siapkan lemak tumbuhan atau hewan yang sudah dimurnikan sehingga tidak berbau dan bersih. Letakkan di piring kaca dengan chassis.
  • Kemudian letakkan kelopak bunga segar atau bunga utuh yang sudah di bersihkan, lalu tekan hingga masuk kedalam lemak. Biarkan selama 1 – 2 hari. Lalu kamu akan menyadari bahwa secara bertahap aroma dari bunga akan meresap kedalam lemak.
  • Tarik bunga dan ganti dengan bunga yang bari hingga lemak memiliki aroma yang sesuai kamu inginkan.
  • Dari proses ini kana menghasilkan enfleurage pomade. Pomade tersebut kemudian akan di proses dengan alcohol untuk memisahkan antara ekstrak tumbuhan dan sisa lemak. Sisa lemak yang digunakan untuk membuat sabun, sementara bila di ekstrak tumbuhan di uapkan alkoholnya, akan menghasilkan minyak esensial absolute.

Pada hot enfleurage, ada proses pemanasan lemak sebelum di letakkan di piring kaca dengan chassis.

  1. Ekstraksi dengan metode cold press

Proses ekstraksi ini tidak menggunakan pemanasa. Metode ini paling cocok untuk mengekstrak minyak dari kulit jeruk. Caranya yaitu sebagai berikut :

  • Letakkan jeruk di mesin cold press yang menorah kantung kantung minyak esensial yang berada di bawah lapisan kulit terluar.
  • Kemudian tekan jeruk untuk mengeluarkan jus dan minyak. Minyak dan jus ini akan di proses untuk menyaring padatan dari cairan.
  • Lalu, minyak akan otomatis terpisah dari jus jeruk, karena perbedaan massa jenisnya dan tersedot ke receptacle.

Itulah penjelasan mengenai cara buat minyak esensial menggunakan berbagai macam metode. Masing masing metode memiliki sisi positif dan negative yang berbeda.

Sekarang kalian sudah tau berbagai cara buat minyak esensial. Selamat mencoba!

Sekian artikel yang dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan artikelnya. Untuk artikel selengkapnya silahkan kunjungi Cara Membuat Minyak Esensial.

Terima Kasih dan Sampai Jumpa!